Berikut ini ada beberapa hal yang menurut saya sangat penting untuk ditanamkan pada anak sejak dini, yang biasanya dikenal dengan “four magic words” yaitu:
* tolong
* terima kasih
* maaf
* permisi

1. Tolong
Kata ‘tolong’ ini kita ucapkan apabila kita ingin meminta bantuan. Hal ini kadang dilupakan anak-anak, kadang anak-anak asal menyuruh saja. Sebaiknya dibimbing agar anak mengucapkan dengan benar, apabila ingin minta bantuan seseorang hendaknya mengucapkan tolong, bahkan kepada pembantu sekalipun. Misalnya, “Bibi tolong ambilkan mainan!”. Hal ini tentu akan lebih sopan, lebih santun, lebih enak di dengar bila dibandingkan dengan “Bibi, ambilkan mainan!”

2. Terima kasih
Kata ‘terima kasih’ biasanya dikatakan setelah kita menerima sesuatu (bisa berupa benda atau bentuk jasa/bantuan) dari orang lain. Ucapkan terima kasih dengan tersenyum dan menatap yang diajak bicara. Anak-anak kadang lucu, bilang terima kasih tapi sambil pergi atau lari, atau sambil menunduk tidak berani menatap orang yang diajak bicara, mungkin karena malu. Namanya juga anak-anak…

3. Maaf
Yang berbuat salah haruslah berani meminta maaf. Melihat anak-anak kadang ada yang takut untuk meminta maaf, padahal sudah ingin main bersama lagi. Kalau tidak diajarkan meminta maaf, anak akan terbiasa hingga dewasa kelak. Yang lebih parah lagi, ketika anak-anak kita sudah saling memaafkan, sudah main bersama lagi, eh…orang tuanya yang masih marahan. Itu jelas tidak baik. Jangan mencampur urusan anak-anak dengan urusan orang tua. Anak-anak punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah mereka.

Sebagai contoh, suatu sore setelah selesai pekerjaan di dapur, Salma datang padaku dan terjadilah percakapan singkat sebagai berikut:

Salma: “Ma, tadi Salma marah sama Mas”.
Saya: “Loh, kenapa adik marah?”
Salma: “Mas nakal, minta mainan Salma”.

Aku tersenyum saja, ternyata Salma bisa menyelesaikan masalahnya ketika marah sama kakaknya, bukan saat itu juga mengadu ke saya, tapi menyelesaikannya sendiri dan sudah main bersama lagi. Salma cerita ke saya setelah selesai mainnya.

4. Permisi
Hal ini biasanya dilakukan untuk meminta ijin. Misalnya ketika mau masuk ke kamar orang tuanya, harus mengetuk pintu, bilang, “Permisi, adik boleh masuk?”.
Atau permisi, boleh pinjam mainan yang itu?

Comments are closed.